Bagi yang suka film jadul atau kisah jaman dulu, ini adalah film sejarah yang banyak pelajarannya.
disini saya akan menerangkan tentang sejarah Joko Tingkir.
Sejarah Joko Tingkir
Nama asli dari Joko Tingkir adalah Mas Karebet. Ayah Joko Tingkir merupakan murid Syekh Siti Jenar yang bernama Ki Ageng Pengging. Ayah
Joko Tingkir mempunyai teman seorang dalang yang bernama Ki Ageng Tingkir. Saat Joko Tingkir dilahirkan, Ki Ageng sedang melaksanakan pergelaran wayang dengan Ki Ageng Tingkir. Namun setelah pulang dari pertunjukan Ki Ageng Tingkir tiba-tiba jatuh sakit dan meninggal.
Joko Tingkir mempunyai teman seorang dalang yang bernama Ki Ageng Tingkir. Saat Joko Tingkir dilahirkan, Ki Ageng sedang melaksanakan pergelaran wayang dengan Ki Ageng Tingkir. Namun setelah pulang dari pertunjukan Ki Ageng Tingkir tiba-tiba jatuh sakit dan meninggal.
Ki Ageng Pengging pernah dituduh sebagai pemberontak Kerajaan Demak sehingga dihukum mati oleh Sunan Kudus. Setelah Ki Ageng meninggal, Nyai Ageng Pengging yang merupakan ibu Mas Karebet juga meninggal setelah jatuh sakit. Sejak itulah Mas Karebet diasuh oleh Nyai Ageng Tingkir (istri Ki Ageng Tingkir).
Selama diasuh oleh Nyai Ageng Tingkir, Mas Karebet tumbuh menjadi sosok pemuda yang sangat menyukai bertapa.
Asal Mula Panggilan Jaka Tingkir
Mas Karebet juga dijuluki Joko Tingkir karena dia masih muda menjadi anak angkat Nyai Ageng Tingkir. Joko Tingkir juga berguru kepada Sunan Kalijaga. Selain kepada Sunan Kalijaga, dia juga pernah berguru kepada Ki Ageng Sela. Setelah berguru, Joko Tingkir ingin mengabdi ke kerajaan Demak. Di sana Joko Tingkir tinggal di sebuah rumah Kyai Gandamustaka. Kyai Gandamustaka merupakan saudara Nyi Ageng Tingkir yang menjadi perawat Masjid Agung Demak dan berpangkat lurah ganjur. Karena Joko Tingkir pandai menarik simpati Raja Trenggana, akhirnya Joko Tingkir diangkat menjadi kepala prajurit Demak berpangkat lurah wiratamtama.
Setelah diangkat menjadi kepala prajurit Demak, Joko Tingkir diberi tugas untuk menyeleksi tentara baru yang akan masuk menjadi prajuritnya. Diantara calon tentara baru ada seseorang yang bernama Dadungawu yang sangat sombong dengan kesaktiannya. Lalu, Joko Tingkir menguji kesaktian Dadungawuk. Namun dalam uji kesaktian, Dadungawuk tewas hanya dengan menggunakan Sadak Kinang. Akibatnya tewasnya salah satu calon prajuritnya, Joko Tingkir dipecat Sultan Trenggono dari ketentaraan dan diusir dari Demak.
Setelah diusir dari Demak, Joko Tingkir berguru pada Ki Ageng Banyubiru atau Ki Kebo Kanigoro yang merupakan saudara tua ayahnya. Setelah tamat berguru, dia kembali ke Demak bersama ketiga murid yang lain, yaitu Mas Manca, Mas Wila, dan Ki Wuragil.
Dalam perjalanan, rombongan Joko Tingkir menyusuri Sungai Kedung Srengenge dengan menggunakan rakit. Tiba-tiba muncul siluman buaya yang menyerang mereka. Namun dengan kesaktian keempat murid tersebut, siluman buaya sanggup untuk ditaklukkan. Bahkan, siluman-siluman tersebut membantu Joko Tingkir mendorong rakit sampai ke tujuan.
Pada saat itu, Sultan Trenggono dengan keluarganya sedang melakuakn wisata di Gunung Prawoto. Karena Joko Tingkir ingin mencari simpati dari Trenggana untuk menerima Joko Tingkir kembali di kerajaan Demak, dia melepas seekor kerbau gila yang diberi nama Kebo Danu. Kerbau tersebut diberi mantra oleh Joko Tingkir dengan cara diberi tanah kuburan pada telinga kerbau. Kerbau itu mengamuk menyerang pesanggrahan raja, di mana tidak ada prajurit yang mampu menghentikan kerbau tersebut.
Tiba-tiba Joko Tingkir muncul dan menghadapi kerbau gila. Kerbau itu dengan mudah dibunuh ditangan Joko Tingkir. Atas jasa Joko Tingkir, Sultan Trenggono mengangkat kembali Joko Tingkir menjadi lurah wiratama.
Jaka Tingkir lahir kala Ki Ageng Tingkir, guru Ayahnya (Ki Ageng Pengging atau Kebo Kenongo), menjadi dalang wayang beber, oleh karenanya Jaka Tingkir di sebut Karebet karena Wayang Beber yang terbuat dari kertas berbunyi “Kerebet-Kerebet” bila tertiup anging saat hujan.
Ki Ageng Pengging berguru Kepada Syech Siti Jenar, yang mengajarkan konsepManunggaling kawulo gusti (Wahdatul Sujud) yang di anggap melenceng dari ajaran Islam. Ki Ageng Pengging di eksekusi oleh Sunan Kudus atas Perintah Sultan Bintoro (Raden Patah). Sahabat tunggal Guru Ki Ageng Pengging adalah Ki Ageng Tingkir, Ki Ageng Selo, Ki Ageng Tarup, Ki Ageng Ngerang, Ki Ageng Butuh, Ki Ageng Majasta, Ki Ageng Banyu biru, Ki Ageng Nglawean, Ki Ageng Talpitu.
Empat puluh hari kemudian, Nyai Ageng Pengging Meninggal, dan Karebet di bawa dan di asuh oleh Nyai Ageng Tingkir (yang juga sudah Janda) di desa Tingkir, oleh karenanya di kenal sebagai Joko Tingkir.
Dalam perjalanan ke Demak, Joko tingkir bertemu dengan Sunan Kali Jaga yang meramalnya bahwa Kelak dirinya akan menjadi Raja Besar di Jawa.
langsung saja klik link dibawah ini untuk tontond video nya...

No comments:
Post a Comment